Showing posts with label cerita sekolah minggu. Show all posts
Showing posts with label cerita sekolah minggu. Show all posts

Wednesday, June 23, 2010

Bercerita di sekolah minggu dengan film animasi

Bercerita di sekolah minggu dengan menggunakan teknologi Multimedia membuat perbedaan bagi anak-anak. Anak sekolah minggu khususnya kelas besar (kelas 4 - kelas 7) mungkin beberapa kali mendengar cerita tentang Daud vs Goliath, Elia, Yunus di perut ikan dsb di kelas mereka sebelumnya. Namun, ketika mereka menyaksikan film animasi cerita Alkitab tersebut ada sesuatu yang berbeda, yakni mereka mampu membayangkan situasi ketika cerita itu terjadi.

Film animasi memiliki beberapa keistimewaan dalam hal ini, yakni indra yang digunakan oleh anak sekolah minggu saat menyaksikan film adalah indra penglihatan dan pendengaran. Hal ini memiliki kelebihan dibandingkan hanya dengan mendengar cerita guru sekolah minggu .

Berdasarkan pengalaman saya bercerita dengan film animasi, anak-anak sekolah minggu sangat antusias menyimak apalagi jika film animasi tersebut membuat mereka tertawa. Mereka pun cenderung lebih mengerti karena biasanya di sekolah minggu tempat saya mengajar (GKI Cimahi) setelah cerita selesai, mereka diwajibkan untuk meringkas isi cerita.

Berikut saya tampilkan beberapa film animasi cerita Alkitab yang pernah saya tampilkan di kelas sekolah minggu.

Nuh
Cerita Nuh diolok-olok orang-orang sejamannya saat membuat bahtera, air bah turun, terapung selama 40 hari 40 malam hingga Nuh dan seisi bahteranya selamat.


Daud vs Goliath
Cerita saat Daud mengalahkan Goliath.


Elia vs Nabi Baal
Certia saat Elia melawan Nabi Baal ketika bertaruh "Tuhan" mana yang bisa mendatangkan Api.


Tembok Yerikho
Cerita saat Bangsa Israel meruntuhkan tembok Yerikho dengan nyanyian dan berkeliling selama 7 hari.


Daniel di Gua Singa
Cerita saat Daniel dimasukan ke gua singa.


Yunus di perut ikan
Cerita ketika Yunus dipanggil Tuhan untuk menginjili kota Niniwe, namun Yunus malah pergi ke Tarsis, Yunus dibuang ke laut, dimakan ikan lalu dimuntahkan kembali.


Video-video di atas memang terlihat berlebihan, misalnya ukuran Goliath yang sangat besar hingga Daud hanya sebesar kaki Goliath, nabi-nabi Baal yang merengek seperti bayi dsb. Namun, animasi di atas berhasil (dalam kasus saya) menarik perhatian anak-anak, mereka juga dapat lebih mengerti mengenai situasi ketika cerita itu terjadi.

Memang fasilitas untuk menayangkan film animasi di kelas sekolah minggu relatif mahal, diperlukan LCD projector, screen serta audio. Namun, jika gereja mampu berinvestasi dalam fasilitas seperti itu, sekolah minggu menjadi lebih menarik dan diminati oleh anak-anak.

Thursday, June 17, 2010

Naruto vs Cerita Sekolah Minggu

Serial manga Naruto begitu populer di kalangan anak-anak dan remaja di Indonesia, bukan saja anak-anak dan remaja bahkan mahasiswa pun sangat tergila-gila pada serial ini. Kemunculan serial Naruto yang terbit seminggu sekali ini sangat ditunggu-tunggu di situs sharing serial manga.

Di Jepang, ada sebutan untuk penggila/maniak pada film animasi (manga atau anime), para penggila ini sering disebut Otaku. Meski pengertian Otaku sendiri bersifat umum (tergila-gila pada sesuatu/hobi), Otaku lebih sering dikaitkan dengan anime atau manga. Apabila serial terbaru Naruto terbit, maka para Otaku akan membicarakannya terus-menerus (in English I rather say "they talk about it like crazy").

Lingkungan anak-anak sekolah minggu dimana tempat saya melayani pun terkena demam Naruto. Seusai sekolah minggu, sambil jajan mereka bercerita mengenai episode terbaru Naruto and they talk it like crazy. Beberapa diantara mereka bahkan mengoleksi atribut Naruto seperti kartu, baju, miniatur tokoh dsb.

Lalu saya bandingkan dengan cerita Naruto dengan cerita sekolah minggu. Berikut percakapan yang biasa saya amati di kelas antara guru sekolah minggu (gsm) dan anak sekolah minggu (asm)

gsm : Siapa yang masih ingat cerita minggu lalu? (berharap ada yang ingat)
asm : hmmm... (diam seribu bahasa)
gsm : Masak, gak ingat ? Kalo bahan Alkitabnya, ada yang ingat, gak ?
asm : hmmm... (apalagi ayat Alkitabnya, cerita nya saja lupa)

Sangat berbeda ketika anak sekolah minggu berbicara tentang Naruto, mereka akan ingat bukan hanya episode lalu, namun mereka ingat hampir semua rangkaian cerita.

Jadi,
"mengapa anak sekolah minggu sangat sulit dalam mengingat cerita sekolah minggu dan sebaliknya mereka ingat betul akan cerita Naruto ?"
"Mengapa ada Naruto Otaku tapi tidak ada Sunday School Story Otaku?"
Kita akan ingat dan mengerti suatu cerita apabila kita tertarik dengan cerita tersebut (itulah mengapa acara gosip sangat populer) serta terlibat secara emosional. Lalu, apakah Naruto lebih menarik dan lebih memberikan dampak emosi bagi anak-anak ?

Pernahkah kita berfikir bahwa, cara bercerita sekolah minggu dari dulu sampai sekarang kurang lebih sama? Baca Firman Tuhan, cerita tokoh Alkitab serta penerapan adalah urutan yang selalu sama di cerita sekolah minggu?

Oleh karena itu, teknik saat bercerita itu penting. Saya menaruh kepedulian yang besar di sini. Saya sangat tertarik dengan teknik bercerita di sekolah minggu. Dan harapan saya adalah cerita sekolah minggu bisa menjadi Otaku bagi anak-anak sekolah minggu. Salah satu untuk mewujudkan harapan itu adalah melalui blog ini.